Tuesday, May 14, 2013

HARIMAU SUMATERA


SEKILAS MENGENAI HARIMAU SUMATERA

Harimau Sumatera di alam liar
Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan salah satu dari enam sub-spesies harimau yang berhabitat asli di Pulau Sumatera. Satwa ini masih bertahan hidup, namun termasuk dalam klasifikasi hewan yang menghadapi ancaman kepunahan (critically endangered). Populasi harimau sumatera yang bertahan di alam bebas diperkirakan hanya sekitar 400 ekor saja. Harimau sumatera merupakan predator utama dalam rantai makanan di alam liar. Harimau berfungsi untuk mempertahankan populasi mangsa liar agar tetap berada dibawah pengendaliannya, sehingga keseimbangan rantai makanan tetap terjaga. Ancaman yang sering datang terhadap populasi harimau sumatera adalah hilangnya habitat asli akibat laju deforestasi yang tinggi dan perburuan ilegal, dimana bagian-bagian tubuh harimau diperjualbelikan di pasar gelap dengan harga yang tinggi seperti kulit, gigi, cakar, serta dagingnya untuk keperluan aksesoris koleksi pribadi, dekorasi, perhiasan, obat-obatan tradisional maupun untuk jimat.

CIRI DAN PERILAKU HARIMAU SUMATERA

Anak Harimau SumateraDari enam sub-spesies harimau, harimau sumateralah yang merupakan harimau terkecil. Dibanding dengan jenis harimau lainnya, harimau sumatera yang memiliki warna paling gelap. Pola belang hitam pada bulunya berukuran lebar. Pola ini terkadang rapat, terkadang pula dempet. Harimau sumatera jantan memiliki ukuran tubuh dengan panjang dari kepala hingga buntut sekitar 250 cm, tinggi 60 cm dengan berat sekitar 140 kg. Sementara untuk yang betina, panjang rata-rata sekitar 200 cm dengan berat antara 88 – 91 kg. Janggut dan surai lebih banyak dimiliki oleh spesies ini dibanding dengan subspesies lain, terutama pada harimau jantan. Harimau sumatera terkenal gesit dan lebih mudah untuk menjelajahi hutan rimba dikarenakan ukurannya yang kecil. Harimau ini juga dapat berenang dengan baik karena adanya selaput di sela-sela jarinya yang memungkinkan mereka dapat berenang dengan cepat. Salah satu taktik harimau sumatera dalam berburu adalah dengan menyudutkan mangsanya ke air, terutama bila hewan yang diincarnya lambat dalam berenang.
Dalam berkembang biak, harimau ini dapat berkembang biak kapan saja tanpa mengenal musim kawin. Lama kehamilan dari harimau betina adalah sekitar 103 hari. Ketika melahirkan, bulunya berubah menjadi warna hijau gelap. Sekali melahirkan, harimau sumatera betina mampu melahirkan 2 atau 3 ekor anak harimau, dan paling banyak enam ekor. Anak harimau baru dapat membuka matanya pada hari kesepuluh, namun terkadang ada anak harimau yang lahir dengan mata yang sudah terbuka. Selama delapan minggu pertama, anak harimau hanya bergantung kepada air susu induknya sebagai makan pokoknya. Setelah delapan minggu lebih, mereka mulai mencoba untuk makan makanan padat, tetapi mereka tetap menyusu kepada induknya hingga berumur 5 atau 6 bulan. Saat berumur 2 minggu, anak harimau akan meninggalkan sarang untuk pertama kalinya, dan pada umur 6 bulan mereka mulai belajar untuk berburu makannya sendiri. Ketika mencapai umur 18 bulan, mereka sudah dapat berburu sendiri, dan ketika sudah mencapai umur 2 tahun anak harimau sudah bisa hidup mandiri. Di alam liar harimau sumatera dapat hidup hingga 15 tahun, namun mereka dapat mencapai umur 20 tahun apabila hidup dalam kurungan.

HABITAT HARIMAU SUMATERA

Harimau Sumatera dewasaPulau Sumatera adalah satu-satunya tempat dimana kita bisa menemukan harimau sumatera. Harimau sumatera dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan sekitarnya. Harimau ini dapat hidup dari hutan di dataran rendah hingga hutan pegunungan. Bahkan mereka dapat tinggal di tempat yang terbuka dan tak terlindungi. Seperti yang telah disinggung di atas, populasi harimau sumatera yang tersisa di taman nasional dan cagar alam hanya sekitar 400 ekor, jumlah ini juga termasuk dengan harimau yang tersebar di daerah-daerah lain yang ditebang untuk wilayah pertanian.  Juga diperkirakan masih ada 250 ekor harimau yang di rawat dan dipelihara di kebun binatang seluruh dunia. Ancaman akan kehilangan habitat selalu menghantui harimau sumatera. Maraknya pembukaan hutan untuk lahan pertanian dan perkebunan komersial serta pembalakan dan pembangunan jalan telah mengurangi wilayah mereka sedikit demi sedikit. Maka jangan heran jika sering ditemukan pemberitaan mengenai harimau yang masuk ke wilayah perkebunan dan pemukiman manusia. Kejadian seperti ini sering berujung dengan penangkapan dan pembunuhan harimau sumatera karena di anggap sebagai ancaman bagi manusia dan hewan ternak.

0 comments:

Post a Comment

Berkomentarlah yang sesuai dengan topik di atas. Saran teman-teman juga diperlukan untuk meningkatkan kualitas blog ini.
Terima Kasih :)

 
Copyright © . Flora & Fauna Indonesia - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger