Saturday, June 1, 2013

SIWALAN (LONTAR)

- 0 comments

SEKILAS MENGENAI SIWALAN (LONTAR)

Pohon Siwalan (Lontar)Di daerah Sulawesi Selatan, Siwalan (Borassus flabellifer L.) atau biasa disebut dengan lontar telah dianggap sebaai simbol persahabatan dan persaudaraan, sama seperti tanaman Nibung di daerah Prov. Riau. Siwalan merupakan tanaman yang banyak tumbuh di daerah pantai di Sulawesi Selatan. Dibeberapa tempat di Sulawesi Selatan, tanaman ini banya yang tumbuh dengan bergerombol. Walaupun tanaman ini tidak di budidayakan oleh masyarakat setempat, namun tanaman ini dipilih sebagai maskot Provinsi Sulawesi Selatan. Jika ditinjau dari segi budaya, salah satu pertimbangannya adalah tanaman ini memiliki nilai khasnya tersendiri bagi masyarakat Sulawesi selatan. Kekhasannya terlihat dengan dijadikannya tanaman siwalan sebagai lambang kemandirian dan pemantapan kepribadian. Tanaham siwalan telah lama digunakan sebagai lambang KODAM XIV Hasanuddin dan Universitas Hasanuddin (UNHAS). Sebagai contoh, tanaman siwalan dalam logo UNHAS melambangkan ilmu pengetahuan tentang banyaknya manfaat yang diberikan bagi kesejahteraan manusia. Menurut cerita daerah setempat, dahulu tempat yang dikunjungi oleh Laskar Makassar yang dipimpin oleh Sultan Hasanuddin akan ditanami siwalan. Dari cerita tersebut dapat disimpulkan bahwa tanaman siwalan atau lontar adalah simbol perdamaian dan persahabatan.

CIRI FISIK TANAMAN SIWALAN (LONTAR)

Biji Buah Siwalan
Siwalan merupakan salah satu jenis palem yang memiliki batang lurus, kuat dan kokoh. Tanaman siwalan memiliki bagian pangkal batang dan ujung yang membesar, dengan ketinggian batang mencapai 15 – 30 m. Batangnya memiliki permukaan halus dengan warna kehitam-hitaman. Daunnya berbentuk tunggal, bercangap menjadi sampai berlekuk menjari dan membentuk taju daun. Jarak antara setiap tajunya antara 5 – 7 cm. Tangkai daunnya yang berpelepah dapat mencapai panjang 1 m. Secara keseluruhan, bentuk daun siwalan bulat menyerupai kipas dengan garis tengah kurang lebih 1,5 m. Daunnya siwalan yang sudah tua tidak langsung gugur sehhingga membentuk tajuk berbentuk bulat. Daunnya bertekstur sedikit kaku dengan warna daun yang hijau. Bunga jantan dan betina terpisah pada pohon yang berbeda, sehingga siwalan termasuk tanaman yang berumah dua, sehingga ada pohon yang hanya memiliki bunga jantan atau betina saja. Bunga siwalan adalah bunga majemuk. Terdapat perbedaan antara bunga jantan dan betina, jika bunga jantan tersusun di dalam tongkol maka bunga betinanya dalam susunan bulir. Panjang tongkol bunga jantan mencapai 50 cm sedangkan panjang bulir bunga betina antara 25 – 30 cm. Tangkai pada tandan bunga jantan dapat disadap untuk diambil niranya. Air hasil sadapan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai air minum. Niranya juga dapat diolah menjadi minuman dengan kadar alkohol yang lumayan tinggi yang disebut tuak maupun diolah menjadi bahan pangan berupa gula merah. Ukuran buah siwalan lebih kecil dari ukuran kelapa genjah, berbentuk bulat dengan diameter berkisar 7 – 20 cm. Di dalam buah siwalan, terdapat 3 bakal biji. Kulit buah berserabut dan memiliki tempurung seperti pada buah kelapa. Tempurung buah muda belum mengeras dan daging buahnya bertekstur kenyal dan sedikit gurih.

HABITAT DAN PENYEBARAN SIWALAN (LONTAR)

Buah SiwalanSaat ini, tanaman siwalan belum bisa dipastikan asal usulnya. Namun, sejumlah peneliti menduga bahwa tanaman ini adalah tanaman asli dari Indonesia. Habitat yang ideal bagi pertumbuhan siwalan adalah daerah yang kering serta terbuka, sama seperti habitat tanaman kerabatnya. Salah satu tempat yang disukai siwalan untuk hidup adalah daerah pantai yang panas dan berpasir. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian antara 0 – 500 mdpl. Dalam pertumbuhannya, siwalan tidak membutuhkan syarat atau keadaan khusus untuk pertubuhannya. Tanaman ini bahkan dapat bertahan hidup di lahan kritis sekalipun. Tanaman ini banyak tumbuh di wilayah timur Indonesia antara lain bagian timur Pulau Jawa, Sulawesi Selatan, Madura, Bali, dan Nusa Tenggara. Pohon siwalan akan mulai berbuah pada umur sekitar 20 tahun. Pohon ini dapat bertahan hidup hingga umur 100 tahun.





[Continue reading...]

Monday, May 27, 2013

ANOA

- 0 comments

SEKILAS MENGENAI ANOA

Anoa, juga dikenal sebagai kerbau kerdil dan sapiutan, adalah sub-jenis dari Bubalus yang terdiri dari dua spesies asli Indonesia: anoa gunung (Bubalus quarlesi) dan anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis). Kedua jenis ini hidup di hutan hujan yang tidak terjamah manusia. Anoa memiliki ciri fisik yang mirip dengan rusa, dengan bobot kurang lebih 150 – 300 kg. Anoa gunung dan anoa dataran rendah hidup di Pulau Sulawesi dan Pulau Buton, sebelah tenggara Pulau Sulawesi. Anoa hidup berpasangan ketimbang hidup dalam kawanan seperti sapi ternak. Hewan ini melahirkan satu ekor anak per tahun.
Kedua spesis anoa ini telah dimasukkan dalam daftar terancam punah sejak tahun 1960an, dan populasinya terus menurun. Diperkirakan tinggal sekitar 5000 ekor yang tersisa. Penyebab berkurangnya populasi anoa dikarenakan oleh perburuan untuk mendapatkan kulit, tanduk dan daging oleh masyarakat sekitar dan hilangnya habitat asli oleh perluasan pemukiman manusia. Namun yang paling berpengaruh adalah perburuan liar.

CIRI FISIK ANOA

anoa gunung (Bubalus quarlesi)
Anoa Gunung
Anoa merupakan hewan yang berkuku genap, bentuk kepala yang mirip kepal sapi, serta tanduknya yang mengarah kebelakang. Tinggi badan anoa berkisar antara 70 – 106 cm. Jenis anoa yang diketahui saat ini ada dua, yaitu anoa gunung (Bubalus quarlesi) dan anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis). Ciri fisik dari anoa dataran rendah adalah memiliki warna putih pada bagian metacarpal, panjang dari ekornya mencapai lutut, pada anoa dewasa rambutnya lebih jarang, terdapat potongan melintang bersegi tiga dan terdapat pula spiral pada bagian dasar hingga pertengahan panjang tanduk. Tandunknya memiliki panjang antara 27 – 37 cm pada anoa jantan dan 18 – 26 cm pada betina. Panjang tengkoraknya berkisar 29 – 32 cm untuk jantan dan 29 – 30 pada betina.
Pada anoa gunung, tinggi bahunya mencapai 63 cm, warna tungkai sama dengan warna badannya, ekor yang lebih pendek yang tidak mencapai lutut, potongan yang melingkar pada pangkal ekor bulat, tidak memiliki spiral atau garis-garis cincin pada setengah tanduknya. Panjang tanduk sekitar 14 – 19 cm dan panjang tengkorak 24 – 29 cm. Warna rambut pada anoa gunung berwarna coklat cerah, terdapat sedikit bercak putih pada bagian atas kukunya, rambut panjang yang lembut seperti wool, dan bagian dalam telinga yang berwarna coklat tua.

HABITAT ANOA


anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis)
Anoa Dataran Rendah
Anoa hidup di Pulau Sulawesi dan Pulau Buton, sebelah tenggara Pulau Sulawesi. Di alam liar, anoa adalah penghuni hutan yang hidup dengan berpindah-pindah tempat. Ketika menjumpai musuh atau merasa terancam, anoa mempertahankan diri dengan menceburkan diri ke rawa-rawa, dan bila terpaksa anoa akan melawan dengan menggunakan tanduknya. Habitat yang disukai oleh anoa adalah hutan tropika daratan, daerah savanna dan terkadang dapat dijumpai di rawa-rawa. Ketika panas terik, anoa memiliki kebiasaan yaitu berkubang digenangan air di hutan sekitar pantai yang berbatasan dengan hutan bakau.
[Continue reading...]

Saturday, May 25, 2013

NIBUNG

- 0 comments

SEKILAS MENGENAI NIBUNG

Pohon nibung merupakan tanaman yang sejenis dengan palma atau palem. Pohon nibung banyak tumbuh di wilayah Asia Tenggara, termasuk wilayah Indonesia. Pohon nibung telah ditetapkan sebagai flora identitas Prov. Riau, karena sejak zaman dulu pohon ini dianggap sebagai simbol persaudaraan dan persatuan oleh masyarakat Riau.

CIRI FISIK NIBUNG

pohon Nibung sebagai flora identitas Provinsi RiauBentuk khas dari pohon nibung ini adalah batangnya tidak bercabang, memunculkan tunas-tunas yang rapat hingga membentuk kumpulan 50 batang, dan tinggi pohonnya dapat mencapai 25m. Adanya duri keras dan panjang berwarna hitam yang berguna melindungi batang dan daunnya. Susunan dari daunnya yang terlihat dekoratif dengan bentuk majemuk dan menyirip tunggal. Pohon nibung memiliki bunga yang hampir serupa dengan bunga pohon kelapa yang menggantung dan warnanya bulir kuning keunguan. Bunga pohon nibung memiliki 2 jenis bunga yaitu bunga jantan dan bunga betina dan susunanya 1 bunga betina di apit oleh 2 bunga jantan. Pembungkus bunga pohon nibung jiga memiliki duri. Pohon nibung mempunyai buah yang bundar, dan berbiji satu serta permukaan halus dan warnanya ungu gelap.

PEMANFAATAN NIBUNG

pohon nibung sebagai lambang persatuan masyarakat RiauBatang, buah hingga daunnya sangat bermanfaat. Kegunaan dan manfaat lain dari batang pohon nibung adalah dipakai untuk bahan bagunan seperti : lantai, pipa untuk saluran air dan tongkat. Daun dari pohon nibung juga berguna untuk atap rumah dan juga dijadikan sebagai bahan untuk anyaman keranjang. Kelebihan dari pohon nibung khususnya pada batang dan daunnya adalah memiliki daya tahan yang lama serta tidak mudah lapuk meskipun terendam dalam air. Sejak abad kesebalas masyarakat jambi mempergunakaan manfaat dari batang nibung yaitu sebagai bahan bagunan dilahan gambut seperti yang telah ditemukan oleh seorang arkeolog. Kelebihan lain dari pohon nibung terutama pada bunganya yaitu untuk mengharumkan beras. Umbut dari bunga nibung juga dapat dijadikan sayur serta buahnya dapat pula dijadikan sebagai teman makan sirih sebagai pengganti buah pinang. Duri nibung yang sangat tajam juga dimanfaatkan sebagai paku bangunan sesaji pada saat upacara adat.

[Continue reading...]

Tuesday, May 21, 2013

ANGGREK HITAM

- 0 comments

SEKILAS TENTANG ANGGREK HITAM

Anggrek hitam merupakan salah satu spesies anggrek yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia karena anggrek ini telah masuk dalam daftar tumbuhan yang terancam punah. Memiliki nama latin Coelogyne pandurata, anggrek hitam merupakan maskot atau flora identitas dari provinsi Kalimantan Timur. Oleh karena perburuan untuk dijual kepada kolektor dan mengurangnya hutan alam, populasi anggrek hitam di alam liar perlahan tapi pasti mengalami penyusutan yang lumayan drastis. Anggrek ini disebut anggrek hitam dikarenakan pada bunganya terdapat lidah (labellum) yang berwarna hitam. Lidah inilah yangmerupakan ciri khas tanaman ini. Dalam bahasa inggris, anggrek ini disebut “Black Orchid”, sedangkan di tempat asalnya, Kalimantan TImur, anggrek hitam memiliki nama lokal “Kersik Luai”.

CIRI FISIK ANGGREK HITAM

Seperti yang telah disinggung di atas, ciri yang menonjol dari anggrek hitam adalah lidah atau labellum-nya memiliki warna hitam dengan sedikit garis-garis warna hijau dan berbulu. Jumlah bunga berkisar antara 1 – 14 kuntum atau lebih per tandan. Garis tengah atau diameter setiap bunga sekitar 10 cm. Bentuk dari daun kelopak adalah lanset, melancip dengan warna hijau muda. Panjang bunga sekitar 5 – 6 cm dan lebar 2 – 3 cm. Sementara untuk daunnya, bentuk dari daun anggrek hitam adalah lonjong berwarna hijau dengan kisaran ukuran antara 40 – 50 cm dan lebar antara 2 – 10 cm.
Cara regenerasi dari tumbuhan ini adalah tunas yang baru akan muncul dari tanaman sebelumnya. Kemudian tunas yang baru ini tumbuh ke atas dengan memiliki ukuran yang lebih besar serta terlihat menggelembung pada bagian bawah batangnya. Penggelembungan pada batang biasa disebut dengan umbi semu atau pseudobulbs. Fungsinya ialah sebagai tempat menyimpan cadangan air serta makanannya. Karenanya, jika lingkungan tempat anggrek hitam tumbuh mengalami kekurangan air, maka anggrek hitam tidak mudah mengalami kekeringan. Bentuk dari umbi semu ini adalah bundar panjang, pipih dengan panjang 10-15 cm.
Salah satu ciri yang menonjol pada anggrek hitam dibanding anggrek lainnya adalah aroma bunganya yang wangi semerbak. Anggrek hitam berbunga dan mekar pada bulan Maret hingga Juni.


HABITAT ANGGREK HITAM

Anggrek hitam selalu tumbuh pada tempat yang teduh dengan kelembaban yang cukup tinggi pada pohon-pohon tua yang ada di dekat pantai maupun daerah rawa pada dataran rendah yang cukup luas di hutan basah. Walaupun anggrek ini identik dan merupakan maskot Kalimantan Timur, anggrek hitam juga tumbuh liar pada pulau Sumatera, Semenanjung Malaya, Pulau Mindanao, Luzon dan Samar di Filipina.
[Continue reading...]

Tuesday, May 14, 2013

HARIMAU SUMATERA

- 0 comments

SEKILAS MENGENAI HARIMAU SUMATERA

Harimau Sumatera di alam liar
Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan salah satu dari enam sub-spesies harimau yang berhabitat asli di Pulau Sumatera. Satwa ini masih bertahan hidup, namun termasuk dalam klasifikasi hewan yang menghadapi ancaman kepunahan (critically endangered). Populasi harimau sumatera yang bertahan di alam bebas diperkirakan hanya sekitar 400 ekor saja. Harimau sumatera merupakan predator utama dalam rantai makanan di alam liar. Harimau berfungsi untuk mempertahankan populasi mangsa liar agar tetap berada dibawah pengendaliannya, sehingga keseimbangan rantai makanan tetap terjaga. Ancaman yang sering datang terhadap populasi harimau sumatera adalah hilangnya habitat asli akibat laju deforestasi yang tinggi dan perburuan ilegal, dimana bagian-bagian tubuh harimau diperjualbelikan di pasar gelap dengan harga yang tinggi seperti kulit, gigi, cakar, serta dagingnya untuk keperluan aksesoris koleksi pribadi, dekorasi, perhiasan, obat-obatan tradisional maupun untuk jimat.

CIRI DAN PERILAKU HARIMAU SUMATERA

Anak Harimau SumateraDari enam sub-spesies harimau, harimau sumateralah yang merupakan harimau terkecil. Dibanding dengan jenis harimau lainnya, harimau sumatera yang memiliki warna paling gelap. Pola belang hitam pada bulunya berukuran lebar. Pola ini terkadang rapat, terkadang pula dempet. Harimau sumatera jantan memiliki ukuran tubuh dengan panjang dari kepala hingga buntut sekitar 250 cm, tinggi 60 cm dengan berat sekitar 140 kg. Sementara untuk yang betina, panjang rata-rata sekitar 200 cm dengan berat antara 88 – 91 kg. Janggut dan surai lebih banyak dimiliki oleh spesies ini dibanding dengan subspesies lain, terutama pada harimau jantan. Harimau sumatera terkenal gesit dan lebih mudah untuk menjelajahi hutan rimba dikarenakan ukurannya yang kecil. Harimau ini juga dapat berenang dengan baik karena adanya selaput di sela-sela jarinya yang memungkinkan mereka dapat berenang dengan cepat. Salah satu taktik harimau sumatera dalam berburu adalah dengan menyudutkan mangsanya ke air, terutama bila hewan yang diincarnya lambat dalam berenang.
Dalam berkembang biak, harimau ini dapat berkembang biak kapan saja tanpa mengenal musim kawin. Lama kehamilan dari harimau betina adalah sekitar 103 hari. Ketika melahirkan, bulunya berubah menjadi warna hijau gelap. Sekali melahirkan, harimau sumatera betina mampu melahirkan 2 atau 3 ekor anak harimau, dan paling banyak enam ekor. Anak harimau baru dapat membuka matanya pada hari kesepuluh, namun terkadang ada anak harimau yang lahir dengan mata yang sudah terbuka. Selama delapan minggu pertama, anak harimau hanya bergantung kepada air susu induknya sebagai makan pokoknya. Setelah delapan minggu lebih, mereka mulai mencoba untuk makan makanan padat, tetapi mereka tetap menyusu kepada induknya hingga berumur 5 atau 6 bulan. Saat berumur 2 minggu, anak harimau akan meninggalkan sarang untuk pertama kalinya, dan pada umur 6 bulan mereka mulai belajar untuk berburu makannya sendiri. Ketika mencapai umur 18 bulan, mereka sudah dapat berburu sendiri, dan ketika sudah mencapai umur 2 tahun anak harimau sudah bisa hidup mandiri. Di alam liar harimau sumatera dapat hidup hingga 15 tahun, namun mereka dapat mencapai umur 20 tahun apabila hidup dalam kurungan.

HABITAT HARIMAU SUMATERA

Harimau Sumatera dewasaPulau Sumatera adalah satu-satunya tempat dimana kita bisa menemukan harimau sumatera. Harimau sumatera dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan sekitarnya. Harimau ini dapat hidup dari hutan di dataran rendah hingga hutan pegunungan. Bahkan mereka dapat tinggal di tempat yang terbuka dan tak terlindungi. Seperti yang telah disinggung di atas, populasi harimau sumatera yang tersisa di taman nasional dan cagar alam hanya sekitar 400 ekor, jumlah ini juga termasuk dengan harimau yang tersebar di daerah-daerah lain yang ditebang untuk wilayah pertanian.  Juga diperkirakan masih ada 250 ekor harimau yang di rawat dan dipelihara di kebun binatang seluruh dunia. Ancaman akan kehilangan habitat selalu menghantui harimau sumatera. Maraknya pembukaan hutan untuk lahan pertanian dan perkebunan komersial serta pembalakan dan pembangunan jalan telah mengurangi wilayah mereka sedikit demi sedikit. Maka jangan heran jika sering ditemukan pemberitaan mengenai harimau yang masuk ke wilayah perkebunan dan pemukiman manusia. Kejadian seperti ini sering berujung dengan penangkapan dan pembunuhan harimau sumatera karena di anggap sebagai ancaman bagi manusia dan hewan ternak.
[Continue reading...]
 
Copyright © . Flora & Fauna Indonesia - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger